Ruang Belajar
1faf2ebe34a2df37

Ternyata Ketrampilan Menulis Penting Banget Bagi Guru (Guru Wajib Baca)

06 November 2017
130 kali

Profesi guru adalah sebuah profesi yang sangat erat kaitannya dengan aktivitas menulis. Mulai dari menulis rencana pembelajaran, menulis soal, menulis laporan evaluasi kegiatan sekolah dan lainnya. Alangkah ruginya bila seorang guru anti dengan aktivitas ini. Apalagi saat ini kita dan anak-anak didik kita sangat akrab dalam hal penggunaan perangkat digital, dimana penggunaannya adalah dengan cara mengetik atau menulis dengan cara menekan tombol. 

Tim EG menulis artikel ini untuk meningkatkan kecintaan guru pada kegiatan menulis. Sedangkan untuk guru yang kurang gemar menulis, semoga artikel ini bisa membangkitkan kecintaan Anda pada aktivitas menulis. Berdasarkan data yang diperoleh dari Depdiknas, banyak guru terhambat kenaikan pangkat karena keterbatasan menulis. Untuk itu, kenali manfaat menulis berikut ini. Semoga bermanfaat!

1. Lebih kreatif dan kaya akan ide

Di zaman sekarang, sulit kita temukan suatu ilmu pengetahuan yang murni. Maksudnya adalah yang murni ditemukan oleh seseorang. Ilmu pengetahuan yang ada saat ini sebagian besar adalah hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada. Saat kita melakukan kegiatan menulis, kita akan banyak mengembangkan pengetahuan yang pernah kita baca, alami, dan pelajari. Semakin sering kita melakukan aktivitas ini maka kita akan semakin terbiasa dalam mengembangkan suatu ilmu peengetahuan. Seorang guru yang gemar menulis, biasanya juga akan semakin kreatif dalam mengembangkan materi pembelajaran, sehingga materi pembelajaran yang disampaikan tidak terkesan kaku dan hanya “based on the book”. Kita akan lebih kreatif dalam mencari informasi dari sumber lainnya, seperti kebiasaan seorang menulis yang banyak mencari referensi dari penulis lain, buku lain, maupun artikel lain yang pernah ada.

2. Membantu meningkatkan kemampuan “problem solving”

Urutan penulisan suatu artikel yang banyak digunakan adalah pembuka, isi, dan penutup. Pembuka biasanya berisi tentang contoh permasalahan yang perlu diselesaikan. Isi biasanya berisi langkah atau cara menyelesaikan permasalahan. Sedangkan penutup adalah pesan-pesan yang perlu disampaikan kepada pembaca, agar suatu permasalahan tidak terlulang kembali. Bila kita  terbiasa menulis dengan berbagai macam permasalahan, maka dalam kehidupan sehari-hari pun, terutama saat berada di sekolah, kita akan lebih mampu menyelesaikan suatu permasalahan dengan lebih baik. Karena kita sudah pernah banyak belajar dalam menyelesaikan suatu permasalahan saat kita menulis artikel dengan berbagai macam kasus. 

Baca juga: Cara Praktis Mengembangkan Kompetensi Guru

3. Mendukung kenaikan pangkat guru

Guru perlu membuat suatu karya ilmiah untuk mendapatkan poin. Jumlah poin yang didapatkan oleh seorang guru akan mempengaruhi kenaikan pangkatnya. Beberapa guru memiliki kelemahan dalam hal ketrampilan menulis. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi guru yang lemah dalam hal ini. Bila seorang guru merasa tidak mampu menulis, maka ia biasanya akan cenderung menyerah dalam berkarir sebagai guru, karena ia tidak mengalami kenaikan pangkat. Berbeda dengan guru yang suka dan terampil dalam menulis. Tugas membuat karya tulis ilmiah tidak akan menjadi suatu permasalahan baginya. Bahkan banyak guru sangat menikmati tugas ini, apalagi tugas ini akan menunjang jenjang karirnya di masa depan.

4. Sarana “Branding” atau promosi diri

Tidak ada karya tulis yang tidak dipublikasikan. Semua karya dalam bentuk tulisan pasti dibuat agar dapat dibaca oleh banyak orang. Semakin banyak dibaca orang, maka seorang penulis artikel akan semakin banyak dikenal orang. Dengan semakin banyak dikenal orang, seorang guru bisa mendapatkan kesempatan menjadi seorang pembicara sesuai dengan kompetensinya atau sesuai dengan materi tulisan yang dia buat. Banyak guru sukses juga menjadi seorang pengusaha karena namanya banyak dikenal orang, dan makin dipercaya banyak orang. Semakin kuat “brand” seseorang, maka tingkat kepercayaan masyarakat pun akan semakin kuat.

5. Sarana mendapatkan penghasilan tambahan

Banyak guru menuliskan pengalamannya saat mengajar dan menerbitkannya dalam bentuk buku. Hal ini memungkinnyanya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Saat ini banyak sekali media yang bisa digunakan sebagai media publikasi, misalnya website, aplikasi, dan lainnya. Banyak guru juga sukses berkarir sebagai penulis karena hobinya ini. Depdiknas juga sering mengadakan lomba bagi guru, dan kegiatan lomba ini berhubungan dengan aktivitas menulis, misalnya lomba menulis artikel dengan tema tertentu, lomba menulis dongeng, dan lainnya.

6. Sarana memahami pengetahuan yang dimiliki guru

Saat kita duduk di bangku SD, kita baru bisa menulis karya tulisan bertema pengalaman liburan, kegiatan sehari-hari, dan tema sederhana lainnya. Saat kita duduk di bangku kuliah, kita akan mampu menulis karya tulisan dengan tema yang labih sulit, misalnya yang membahas tentang teknologi, kasus sosial, dan lainnya. Dengan aktivitas menulis, kita akan semakin memahami seberapa luas pengetahuan kita. Hal ini akan memacu kita untuk semakin memperluas pengetahuan kita, dengan membaca buku, mengikuti seminar, dan mendapatkan informasi lainnya dengan media informasi modern lainnya.

Banyak guru merasa tidak memiliki kemampuan dalam hal menulis. Padahal menulis pada zaman sekarang sudah menjadi bagian hidup seseorang, mengingat media komunikasi sekarang lebih banyak digunakan dengan cara menulis. Namun bila Anda merasa memiliki kelemahan dalam hal ketrampilan menulis, menulis dan menulislah. Karena semakin banyak dan sering Anda menulis, Anda akan semakin lihai dalam menulis. Semangat belajar menulis!

sumber gambar: tribunnews.com