Ruang Belajar
045dfd80325d95dd

Hal-hal Yang Perlu Guru Perhatikan Saat Memberikan Konsekuensi Kepada Siswa

29 September 2017
151 kali

Di sebuah sekolah, pernah terjadi suatu kasus kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru. Sang guru melakukan kekerasan dengan cara menampar salah seorang muridnya. Alasan sang guru melakukan tindakan itu adalah karena muridnya tersebut banyak ngobrol dengan teman satu kelas saat pembelajaran berlangsung. Hal ini membuat orang tua si murid yang ditampar menjadi naik pitam. Kasus ini harus berakhir di meja hijau gara-gara hal ini.

Kekerasan yang dilakukan oleh sang guru seperti di dalam kasus di atas tentu tidak perlu terjadi, bila sekolah memiliki aturan atau sistem dalam memberikan konsekuensi bagi anak didik yang melanggar aturan. Apa saja yang perlu guru perhatikan dalam memberikan konsekuensi atau hukuman bagi anak didik yang melakukan suatu kesalahan?

1. Membuat kesepakatan dengan siswa

Buatlah kesepakatan dengan siswa dalam membuat konsekuensi. Misalnya saat ada anak yang membuat sampah sembarangan, maka konsekuensinya mereka harus membersihkan kelas.  Ambil waktu khusus agar kita bisa berdiskusi untuk menentukan aturan kelas dan konsekuensi bila melanggarnya. Biasanya aturan di dalam kelas akan terus berkembang seiring dengan kesalahan baru yang dilakukan anak dan menyesuaikan dengan keadaan kelas. Berikut ini adalah beberapa contoh konsekuensi yang bersifat edukatif, namun cukup efektif dalam mendisiplinkan siswa.

2. Hindari penundaan saat memberikan konsekuensi

Kesalahan hari ini cukuplah untuk hari ini, sehingga hari esok hanyalah saat yang tepat untuk memperbaiki kesalahan. Bila memang kita perlu memberikan konsekuensi kepada anak didik, kita perlu melakukan secepatnya,  sehingga siswa tidak merasa bila kesalahannya diungkit-ungkit lagi. Apalagi bila permasalahan yang dilakukan siswa terlalu rumit, pasti ada hal-hal yang sulit diingat lagi.

3. Adil dalam memberikan konsekuensi

Bersikaplah adil dalam memberikan konsekuensi. Jangan memberikan konsekuensi yang terlalu berat untuk sebuah kesalahan yang ringan. Karena prinsip dalam memberikan konsekuensi adalah siswa mengingat dan menyadari akan kesalahannya, serta tau cara memperbaiki kesalahannya.

4. Hindari konsekuensi yang bersifat mempermalukan

Hindarilah konsekuensi yang dilakukan di depan umum apalagi dengan kata-kata yang bersifat mempermalukan siswa yang berbuat salah. Bila seorang guru sering melakukan hal ini, maka hal ini bisa berakibat negatif bagi anak didik yang mendapatkan konsekuensi. Ia bisa merasa minder atau bahkan merasa stres karena merasa telah dipermalukan di depan umum. Jangan sampai apa yang kita lakukan bisa memberikan inspirasi kepada anak-anak didik kita untuk melakukan tindakan bullying. Inilah macam-macam konsekuensi edukatif yang aman, namun cukup efektif untuk mendisiplinkan siswa di dalam kelas.

5. Menjelaskan sebab-akibat dari perbuatan

Perbuatan yang baik akan membuahkan hal-hal atau perlakukan baik juga dari orang lain. Perbuatan yang tidak baik, akan membuahkan perlakuan yang tidak baik dari orang lain. Setiap ada anak didik kita yang melakukan kesalahan dan mendapatkan konsekuensi, kita perlu menjelaskan akibat dari suatu pelanggaran bila dibiarkan. Misalnya, akibat dari membuang sampah di kelas. Kita juga perlu menjelaskan mengapa suatu konsekuensi perlu diberikan. Misalnya ada anak yang suka membuang sampah sembarangan, maka bila kebiasaan ini dibiarkan dan dilakukan oleh semua siswa, maka lingkungan kelas bisa menjadi sangat kotor. Kita juga perlu menjelaskan kepada siswa, bila konsekuensi itu perlu diberikan agar siswa yang menerimanya bisa memahami pentingnya kebersihan lingkungan dan bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

6. Memberikan motivasi dan pujian

Pemberian konsekuensi perlu diimbangi dengan pemberian penghargaan. Penghargaan yang paling sederhana yang bisa kita berikan adalah berupa motivasi dan pujian. Hal ini sangat penting, agar siswa tidak merasa hanya dicari kesalahannya saja.

Sebagai pendidik, tentu kita tidak menginginkan yang terbaik bagi anak-anak didik kita. Tindakan hukuman yang mengarah pada kekerasan tentu tidak perlu kita lakukan seandainya kita mau mengikuti prinsip-prinsip memberikan konsekuensi kepada anak-anak didik kita. Semoga dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita semakin menjadi guru yang bijaksana, terutama dalam membentuk karakter anak bangsa.

sumber gambar: studio.code.org