Ruang Belajar
015c29f20dcd344a

6 Cara Menjaga Konsentrasi Anak PAUD Saat Guru Mengajar

10 Juli 2017
1846 kali

 

Suasana ceria terkadang diperlukan saat guru mengajar di dalam kelas. Suasana ceria biasanya didukung oleh keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan guru dan mengajukan pertanyaan. Namun terkadang suasana tenang juga diperlukan, terutama saat sisw perlu fokus mengerjakan lembar kerja atau membuat suatu karya. Suasana tenang akan membuat siswa lebih fokus mengerjakan tugas-tugas mereka. Bagaimana untuk menjaga ketenangan kelas agar tetap kondusif, sehingga anak-anak didik mampu fokus mengerjakan tugas mereka? Berikut ini tips dari Educa Guru:

  1. Mengingatkan kepada anak tentang aturan yang berlaku di kelas

    Beberapa anak didik mungkin lupa akan aturan yang berlaku di kelas. Misalnya saat guru menjelaskan anak-anak harus tenang mendengarkan. Bila anak sudah diingatkan dari awal, biasanya kelas akan lebih kondusif.

  2. Berikan perhatian kepada anak didik

    Pendidik profesional biasanya sudah mampu melakukan hal ini. Ia mampu mengajar dan menyampaikan materi, namun tetap bisa mengamati kelakukan siswa-siswanya. Sehingga saat anak-anak mulai terlihat bosan, ia akan berbuat sesuatu agar mereka bisa kembali bersemangat. Misalnya dengan menyelipkan humor segar.

  3. Bersikap tanggap dan tenangkan hati

    Bila ada anak didik yang mulai bertingkah, misalnya mengajak bercanda teman sebangkunya atau sibuk bermain sendiri, sebaiknya kita mendekatinya, dan mengingatkan kembali untuk duduk tenang dan siap mendengarkan.

  4. Berikan motivasi kepada anak didik dengan pujian dan “reward”

    Kalimat motivasi perlu disampaikan kepada anak-anak didik, agar mereka bisa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan semangat. Kalimat motivasi biasanya tersusun dari kata-kata yang positif. Misalnya dengan mengatakan, “Bila kalian bisa fokus mendengarkan penjelasan Bapak, pasti kalian akan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang Bapak ajukan.” Atau kita bisa memotivasinya dengan memberikan penghargaan berupa reward bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar.

  5. Media pembelajaran yang menarik

    Anak-anak biasanya akan menyukai media pembelajaran yang menarik. Sesekali kita bisa menggunakan media boneka tangan saat mengajar siswa. Namun tentu saja sebelumnya, kita tidak lupa menyampaikan aturan dengan baik. Kita sampaikan kepada anak didik untuk tetap fokus mendengarkan penjelasan kita, walaupun menggunakan alat peraga boneka tangan. Media pembelajaran menarik lainya bisa berupa slide gambar dalam bentuk MS Power Point, kartu pintar, dan lainnya. Beberapa hasta karya juga bisa kita gunakan sebagai media pembelajaran yang menarik. Hasta karya bisa kita buat sendiri, maupun hasil dari kreasi anak. Ada ratusan hasta karya lho di portal ini, kalau Anda mau belajar. 

  6. Pentingnya bermain sambil belajar

    Berikanlah aktivitas yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melatih kekuatan otot-ototnya. Agar anak tetap berkembang dalam hal ilmu pengetahuan, maka kita bisa memadukan metode bermain sambil belajar. Misalnya, saat anak melakukan permainan memindahkan bendera dari satu botol ke botol yang lain, kita bisa mencantumkan nomer pada bendera-bendera, misalnya angka dari 1-20. Lalu kita berikan perintah kepada anak untuk memindahkan bendera dengan nomor ganjil saja. Atau anak-anak harus memindahkan bendera secara berurutan dari bendera nomor 1 hingga 10. Dengan aktivitas fisik yang seperti itu, maka anak-anak akan semakin jago dalam hal mengenal angka, dan tubuh mereka pun akan semakin sehat serta kuat. 

Menjadi tugas orang tua dan guru untuk mencari aktivitas yang menuntut konsentrasi dan ketekunan. Tentu saja disesuaikan dengan usia anak sambil tetap memasukkan suasana bermain.