Opini Guru
6967790b5ddda872

BAPER ( Baca dan Permainan )

11 Agustus 2018
43 kali

BAPER

( Baca dan Permainan )

Sebuah Inovasi Pendidik Membacakan Buku Terintegrasi Pembelajaran - 

 

 

Sri Rahayu, S.Pd.I. –

 

Bacalah Bukumu !!!

Karena Buku Sumber Ilmu Pengetahuan

Pengetahuan itu adalah Kekuatan

 

Data Internasional  terkait sumber daya manusia menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia Indonesia saat ini berada pada peringkat 113 dari 187 negara(UNDP,2016), jauh di peringkat negara ASEAN lainnya. 

Hasil survei penilaian siswa pada PISA 2015 ( diumumkan pada awal Desember 2016 ) ,menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ke -64 dari 72 negara. Selama kurun waktu 2012 – 2015, skor PISA untuk kemampuan membaca hanya naik 1 poin dari 396 menjadi 397, sedangkan sains naik 21 poin dari 382 menjadi 403, dan matematika naik 11 pon dari 375 menjadi 386.

Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa kemampuan membaca, khususnya teks dokumen pada anak – anak Indonesia usia 9 – 14 tahun, berada di peringkat sepuluh terbawah.

Literasi menjadi salah satu unsur penting dalam kemajuan sebuah negara di era globalisasi. Menurut Forum Ekonomi Dunia 2015 salah satu keterampilan abad ke – 21 yang sebaiknya dimiliki oleh seluruh bangsa di dunia adalah literasi dasar.  Maupun keluarga.

Gerakan Literasi merupakan upaya untuk meningkatkan literasi yang menjadi  tanggungjawab bersama baik pemerintah, masyarakat, maupun keluarga. Budaya Literasi dapat dikembangkan melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak. Minat baca anak perlu ditumbuhkan sejak dini yang tentunya didukung dengan ketersediaan bahan bacaan bermutu dan terjangkau di sekitar anak. 

Peran lembaga pendidikan anak usia dini tentunya sangat strategis dalam mendukung  tersedianya bahan bacaan bagi anak usia dini untuk menumbuhkan minat bacanya. Pendidik merupakan figur penting untuk  mendorong pembiasaan membaca sejak dini di lembaga pendidikan anak usia dini untuk menumbuh kembangkan literasi dasarnya seperti numerasi, sains, finansial, serta budaya dan kewarganegaran.

Pendidik mempunyai tugas utama yang meliputi perencanan, pelaksanaan, penilaian, pembimbingan, pengasuhan, dan perlindungan menjadi tokoh sentral dalam menumbuhkan minat baca anak. Salah satu cara pendidik dalam menumbuhkan minat baca bagi anak adalah dengan membiasakan membacakan buku yang diintegrasikan dalam pembelajaran. 

BAPER ( Baca dan Permainan ) 

Suatu inovasi pembelajaran dan dirancang untuk menumbuhkan minat baca anak yang diintegrasikan dalam pembelajaran yang dikemas melalui permainan yang menarik dan menyenangkan bagi anak. BAPER ( Baca dan Permainan ) dimulai dengan kegiatan bernyanyi, berdo’a, membacakan buku, dan dilanjutkan dengan bermain. Membacakan buku dan permainan diintegrasikan dalam model pembelajaran kelompok dengan sudut pengaman. 

Buku yang dibacakan dengan tema penguatan pendidikan karakter kejujuran yang berjudul “ Jujur itu Hebat”  karangan bunda Ary dari Tim Cordoba Kids yang dilengkapi dengan sebuah pen yang bisa membaca kalimat – kalimat dalam buku tersebut sehingga menarik perhatian anak. Dalam buku tersebut disajikan cerita sederhana tentang contoh konkret kejujuran seperti tidak mengingkari janji, tidak bereaksi berlebihan ketika ada kebohongan, tidak mengungkit kesalahan orang lain, tidak mengekspos kesalahan orang, menasihati di tempat privasi, tidak memngakui berang ornag lain sebagai miliknya, dan membudayakan minta maaf. 

Permainan merupakan sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenang – senang, mengisi waktu luang, atau berolahraga ringan. Permainan dapat dilakukan sendiri atau secara berkelompok.

Pendidik menggunakan media gambar dalam permainan ini berupa gambar stroberi, es krim, bintang, donat, dan pizza yang dipotong sesuai dengan bentuknya dan dilaminating agar tidak mudah rusak ketika kena air.

Permainan ini  bertujuan untuk menumbuh kembangkan literasi dasar anak seperti numerasi ( kemampuan mengenal bilangan), sains (mengeksplor dunia anak,) finansial ( mengenal nominal mata uang), serta budaya dan kewarganegaran ( mengenal budaya setempat dan asing ).

Permainan ini juga diintegarasikan dalam enam lingkup perkembangan anak seperi nilai agama dan moral, fisik – motorik, kognitif, bahasa, dan seni yang dikemas dalam model pembelajaran kelompok dengan sudut pengaman. Pendidik menyiapkan 3 jenis kegiatan yang berbeda dalam permainan ini yaitu kelompok bermain jari, kelompok bermain sains, dan kelompok bermain jual beli.

Permainan ini juga melatih kejujuran anak sesuai dengan tema buku yang dibacakan. Ketika anak bermain di kelompok bermain jari, anak akan diminta pendidik untuk menyebutkan bilangan yang sesuai jari pendidik. Anak yang benar  menyebutkan bilangan akan dipersilahkan mengambil gambar bintang sesuai dengan jumlah bilangan yang disebutkannya. Anak yang jujur akan mengambil gambar bintang sesuai dengan bilangan yang disebutkannya. Ketika anak bermain sains, anak diminta pendidikan untuk menyebutkan bentuk ( lingkaran / segitiga ) yang ditunjukkan pendidik. Anak yang menyebutkan bentuk dengan benar akan dipersilakan untuk mengambil gambar pizza sesuai bentuk yang disebutkannya. Ketika bermain jual beli anak diminta berpura – pura menjadi  penjual  es krim atau stroberi dan menjadi pembeli. 

Melalui inovasi pembelajaran ini diharapkan anak akan semakin gemar membaca dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnya dari kegiatan mebaca buku. Anak usia dini walaupun belum bisa membaca tetapi pendidik wajib membacakan buku agar menumbuhkan minat bacanya.