Kreasi Guru
D7a72b34788aa729

Sayang itu tidak ada batas ruang ataupun waktu.

31 Juli 2017
475 kali

Sebagai orang tua dan pendidik pastinya setiap hari aktifitas kita selalu berhubungan dengan anak-anak.

Kebetulan di TK kami ada ABK,sebut saja bernama Aldo.. Maaf dia tuna rungu dan tuna wicara. Awalnya kehadiran dia menjadi perhatian anak- anak yang lain.Tapi dia punya kelebihan untuk semangatnya luar biasa. Dia selalu bisa tenang. Ketika saya berbicara,berdoa dan bernyanyi. Ternyata dia memperhatikan mimik dan bibir ini ketika berucap. Subhanalloh, hampir semua dia bisa memahaminya.

Pada bidang pengembangan nilai agama dan moral,dalam sikap berdoa Aldo sudah bisa sangat baik. Ketika nengucapkan hafalan doa harian,dia selalu ikut nengeluarkan suara. Maaf meski hanya sebatas jeritan atau teriakan. Tidak jarang aku selalu menitikkan air mata...haru...bangga dan sangat bangga. Kudekati dia ku peluk dia... Ku acungkan dua ibu jari ini. Aldo sangat mengerti artinya. Dia tersenyum bahagia sekali. Rasa percaya dirinya mulai berkembang.

Suatu waktu dia mengacungkan jari telunjuk ketika teman-teman bergantian maju didepan kelas untuk nenghafalkan doa untuk orsng tua.Kudekati kutanya dengan bahasa isyarat..dia anggukkan kepala meminta untuk maju.Kupersilahkan dia untuk maju. Kuberucap dengan hitungan 3 dengan jari. Dia mulai nengeluarkan suara mengikuti apa yang saya ucapkan. Meskipun maaf tidak jelas apa yang diucapkan. Memang ada anak yang berkata.

Aldo tidak bisa berbicara. Malah ikut- ikut maju. Setelah Aldo selesai saya apresiasikan dengan tepuk tangan dan saya menjelaskan bahwa Aldo hebat seperti kalian semua. Mau maju dan semangat.Meski Aldo tidak bisa bicara tapi dia sudah berusaha. Kita semua harus menghargainya. Alkhamdulillah sejak itu kalo Aldo belum maju anak- anak malah yang mengingatkan saya. Sungguh luar biasa anak-anak bisa menghargai sesama teman meskipun dengan keterbatasannya dari salah satunya. Tapi bukan sebagai pemisah kebersamaan untuk saling berbagi. InsyaAlloh kelak anak-anak akan lebih bisa menerima orang lain dengan lebih baik, karena sudah terbiasa sejak dini.