Kreasi Guru
4130cb67ebcf9cae

Menjadi Guru Adalah Anugerah

31 Juli 2017
165 kali

Ketika suatu pertanyaan diberikan kepada seseorang, tentu jawaban pasti dibutuhkan. Ketika jawaban diungkapkan, tentu mendatangkan suatu perasaan yang menyenangkan atau mengecewakan hati. Dan ketika perasaan senang ataupun kecewa dipertanyakan tentu perasaan yang dipertaruhkan. Dan ketika perasaan telah dipertaruhkan tentu perlu adanya doa sebagai ucapan rasa syukur atas segala pengorbanan dan usaha di dalamnya.

Dan itu semua, saya rasakan ketika saya memutuskan untuk menjadi seorang guru, tepatnya menjadi seorang guru buat anak-anak kecil yang berusia dini dimana kemurnian akhlak dan perbuatan mereka harus saya bentuk sesuai dengan kepribadian unik yang mereka miliki masing-masing. Tidak mudah dan membutuhkan kesabaran yang sangat besar dalam menjalaninya.

Dan bagi saya, guru adalah seorang petualang yang sangat tangguh. Dimana seorang guru akan mengalami hal-hal yang baru, merasakan hal-hal yang baru, dan mencoba mendapatkan cara-cara yang baru untuk bisa masuk ke dalam dunia anak. Dan tentunya, akan mampu memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan yang diharapkan.

Karena itulah, saya menjadi sangat bangga menjadi seorang guru dimana anak-anak dipercayakan oleh orangtuanya untuk dibina, diajari, bahkan dibentuk menjadi pribadi-pribadi penerus bangsa yang mempunyai akhlak mulia. Kebahagiaan, kesedihan dan takut sering sekali saya rasakan ketika menjalaninya. Antara perasaan pengorbanan dengan keikhlasan atau perasaan pengorbanan dengan keterpaksaan. Tetapi, setelah saya menjalaninya, saya betul-betul berbahagia, karena di dalam perasaan pengorbanan dengan keikhlasan saya menemukan banyak kebahagiaan, melalui senyuman di wajah-wajah kecil yang selalu memeluk saya dan berkata " Ibu, aku sayang ibu ".

Betapa indahnya Tuhan hidup ini, di kala seorang anak yang bukan lahir dari rahim kita mengutarakan demikian dan menunjukkan adanya ikatan hati di dalamnya. Dan bagi saya, itu adalah sebuah anugerah antara ikatan hati seorang ibu guru dengan anak didiknya.

Tidak menghitung seberapa besar pengorbanan kita atasnya. Tidak menghitung berapa banyak waktu yang terbuang ketika bersamanya. Saya, hanya mampu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan hati yang penuh sabar dan sukacita ketika menjalaninya.

Bagai sinar mentari yang tidak pernah mengeluh akan tugasnya ketika di siang hari, atau sinar rembulan dan bintang ketika menerangi bumi di malam hari. Saya percaya, bahwa Tuhan Yang Maha Esa tidak akan membiarkan seorang guru bersedih atau berduka atas pengorbanannya. Tuhan akan mencukupkan dan memampukan kehidupan setiap guru dan membantu memberikan jalan yang terbaik bagi setiap guru yang telah mengorbankan dirinya untuk menjalani tugasnya yang penuh pengorbanan dengan setiap tetes keikhlasannya.

Hidup Guru Bangsaku...

Hidup Indonesiaku...

dan Menjadi Guru adalah Anugerah Bagiku.