Kreasi Guru
8dbe5250604faeca

Membuat Pembelajaran Menyenangkan Untuk PAUD Melalui Aplikasi Power Point

02 September 2017
231 kali

Assalamualikum..., salam sejahtera untuk kita semua.

Guru Hebat Sangatlah Lekat Dengan Hambatan, Karena Hambatan merupakan Peluang Hebat Menuju Kesuksesan. 

( Redi Awal Maulana ) 

 

"Yah...! gak rame...", Sahut salah seorang muridku. Dalam sekejap semua murid meninggalkanku dan asyik dengan aktifitas mereka masing-masing.

"Apa kalian pernah juga merasakan hal tersebut?",

"Bagaimana perasaanmu ketika hal tersebut menimpamu? he..he..", rasanya bagi sebagian orang akan segera menyudahi proses pembelajaran.

 

***

Namun bagiku tidak, karena sudah tugas gurulah menyiapkan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi para siswanya. mengapa menyenangkan? Ya, dalam kondisi inilah semua proses pembelajaran akan jauh lebih mudah diterima oleh anak didik kita. Kalaulah masih belum percaya tentang kondisi menyenangkan akan membuat proses pembelajaran lebih mudah, coba deh! kalian tanya pada diri sendiri, apa yang kalian rasakan, apabila kondisi kelas dan proses belajarmu menyenangkan (jawab dalam hati saja ya?). Apabila jawaban kita sama, menyenangkan = mudah berarti kita harus bersiap-siap menjadi guru yang mampu membuat proses pembelajaran jauh lebih menyenangkan dari sebelumnya.

Kondisi anak-anak ketika belajar tidaklah sama. Ya. anak-anak terlahir sebagai individu yang unik serta mempunyai kekhasan masing-masing. Oleh karena itu kemampuan menyerap proses pembelajaran dapat dipastikan berbeda. melalui pengalaman studi baca yang pernah saya lakukan pada beberapa buku yang salah satunya terdapat pada buku psikologi belajar PAUD yang ditulis oleh Suyadi, M.Pd.I. Anak akan memaksimalkan kemampuan belajar dengan cara dan gayanya sendiri, terdapat tiga gaya belajar yang secara umum dimiliki oleh setiap anak yaitu, visual, auditori, dan kinestetik. 

Selain gaya dan kemampuan yang berbeda, tidak dapat kita pungkiri pesatnya bidang teknologi informasi pada ranah anak usia dini pun semakin berkembang. Tak jarang beberapa anak sudah sangat mahir memainkan Gadget, entah itu bermain games, atau hanya sekedar membalas pesan yang dikirim oleh para orangtuanya. Hebat sih! keliatannya, namun pengaruh Gadget pun tidak dapat kita pungkiri akan sangat membahayakan bagi putra-putri kita apabila dipakai secara berlebihan. akan tetapi kita sebagai guru dan orangtua haruslah juga siap menghadapi perkembangan zaman di era digital ini.

Menjadi seorang guru yang terlahir di Era Digital ini, bagi saya menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk dapat memaksimalkan perkembangan teknologi sebagai sarana terbaik bagi proses pembelajaran anak. Adapun pengalaman saya pada pemanfaatan teknologi pada Era Digital ini adalah terus mengembangkan pembuatan proses pembelajaran PAUD dengan tema-tema menarik melalui pemanfaatan media komputer. Ya. untuk saat ini dibeberapa kota besar tentu anak-anak tidak aneh lagi dengan yang namanya Komputer bahkan didaerah pun sama, semua orang dekat dengan namanya komputer. Apalagi beberapa bulan ke belakang orangtua dihadapkan dengan gaya pendaftaran siswa secara online sehingga memaksa mereka harus kenal dengan komputer. 

Melalui kemampuan pengoprasian komputer yang saya miliki, saya membuat sebuah proses pembelajaran animasi bagi anak-anak ku disekolah, agar proses pembelajaran semakin menyenangkan sehingga diharapkan akan lebih mudah diserap oleh anak-anak. kenapa animasi?, karena bagi saya animasi dapat menggabungkan ketiga kemampuan gaya belajar pada anak terutama pada kemampuan visual dan auditori tanpa mengesampingkan kemamuan kinestetik yang dimiliki anak pula. Beberapa animasi yang pernah dibuat diantaranya adalah pengenalan tentang hewan (ikan) sekaligus pengenalan kemampuan mengenal konsep bilangan, belajar huruf Hijaiyyah melalui metode bernyanyi, pembuatan pembelajaran MAZE (mencari jejak), konsep bentuk dan lain-lain. Semua proses pembelajaran ini dilakukan dengan memanfaatkan komputer sebagai media utama. Software yang digunakan dalam pembuatan proses pembelajaran ini adalah POWER POINT. 

POWER POINT yang biasanya kita pakai untuk membuat slide presentasi, saya coba memanfaatkannya untuk membuat pembelajaran tematik animasi sederhana. dan hasilnya anak-anak bisa mulai memusatkan perhatiannya melalui tayangan visual, auditori, atau pola gerak yang ditampilkan melalui sebuah tayangan di dalam Komputer. Memang, ketika anak didik kita banyak, tentu kita pun menggunakan media bantu tambahan seperti infokus dan speaker Aktif agar tayangan, suara dapat ditangkap dengan jelas.Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan ketika membuat bahan ajar yang satu ini diantaranya untuk guru tentu akan mengasah kemampuan komputer semakin baik lagi, menumbuhkan ide dan gagasan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran dan tentunya bagi anak-anak akan memberikan proses menyenangkan sehingga mereka tebantu dalam menyerap setiap informasi yang disampaikan. 

Namun jangan salah, penerapan proses pembelajaran melalui aplikasi ini tidak mendapat hambatan, hambatan utama yang saya alami pertama kali mengenalkan disekolah adalah melihat anak-anak yang sangat antusias terhadap benda "komputer"/ "laptop" sehingga proses pembelajaran pertama dirasa sangat membangun aktifasi anak-anak baik dalam kemampuan bertanya, eksplorasi dengan memegang, melihat, menyentuh, dan rasa ingin mencoba yang sangat besar. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran dengan menggunakan Komputer atau Laptop pada anak usia dini, diharuskan ada waktu pengenalan benda tersebut diawal sehingga pada kegiatan-kegiatan selanjutnya mereka sudah sangat terbiasa dengan benda yang dinamakan "KOMPUTER" atau "LAPTOP". Tapi sekali lagi, Guru yang hebat sangat akrab dengan yang namanya hambatan, bagi saya hambatan merupakan sebuah peluang untuk menuju kesuksesan serta dapat membangun proses pembelajaran yang lebih kreatif. 

Di Era Digital ini, jangan pernah takut atau menyerah. karena memang ini adalah masanya yang harus dihadapi oleh semua Guru Hebat dimanapun kalian berada. Karena Kalian Bisa Mencoba. 

Semangat Kepada Seluruh Sahabat Guru, Salam Era Digital!

 

By :

Redi Awal Maulana, S.Pd
Guru Kelompok Bermain Rancage
Jalan Pangeran Kornel No. 232 Kabupaten Sumedang - Jawa Barat
Fb : Redi Awal Maulana
Twitter: @RediAwalMaulana