Kreasi Guru
92f5b0aec832ea13

Guru TK Itu Keren!

24 Juli 2017
274 kali

Assalamu'alaikum.

Nama saya Nur As'adiyah Rahman,  seorang guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Kudus. Selama 11 tahun saya mengajar di TK tersebut. Saya lulusan Pendidikan Bahasa Inggris UMM tahun 1999, dan S1 PAUD UT tahun 2016. Dunia anak adalah dunia yang unik, penuh sensasi dan  menyenangkan. Saya suka sekali senyum, mendongeng, membaca, menulis, renang, panahan dan silaturrahim.

Saat saya kuliah di kampus 3 lantai 6 UMM, ada materi kuliah Dasar-Dasar Pendidikan yang disampaikan dosen S3 yang tegas. Dosen saya bercerita kalau beliau memiliki seorang putri yang aktif dan beliau tidak sabar menangani putri beliau sehingga beliau berkata bahwa beliau tidak sanggup bila mengajar anak usia dini meskipun dibayar 5 juta karena guru TK itu harus sabar dan gajinya minim. Saya merasa heran perkataan beliau dan berpikir dosen yang sudah S3 justru angkat tangan mengajar TK. Ada apa gerangan?

Setelah lulus saya mengajar SD dan memegang kelas 3 SD yang ada di daerah urban Malang yang perekonomiannya menengah ke bawah saat itu. Mereka ramai sekali. Justru saya suka karena itu tantangan saya untuk mengatasinya. Kala itu murid masih duduk dan tangan dilipat rapi. Gurunya masih memegang penggaris kayu panjang untuk mengetuk papan tulis dengan keras agar anak-anak bisa diam. Saya menganggap metode pengajaran seperti itu tidak efektif sehingga saya menggunakan metode pengajaran yang aktif, kreatif dan ceria. Setiap masuk kelas, saya ingin anak-anak tersenyum dan interaktif karena saya suka menyelipi pengajaran dengan dongeng. Anak-anak jadi semangat dan selama mengajar tak ada anak yang membolos. Bahkan anak merasa sayang bila tak masuk sehari. Ada anak yang sakit selalu memaksa masuk agar tak ketinggalan pelajaran. Segala usaha pasti ada kerikil-kerikil tajam, namun bila dikerjakan ikhlas maka akan dipermudahkan oleh Allah. 

Saya menikah dan pindah di Kudus Kota Kretek. Tahun 2006 saya mengajar TK, padahal saya ditawari mengajar SMA. Saya ingat perkataan dosen saya dan ini sebuah tantangan bagi saya untuk menjadi guru TK yang ceria meskipun banyak guru TK diremehkan. Dunia anak itu unik dan menyenangkan. Setiap harinya dengan wajah senyum dan ceria menyambut anak-anak TK yang lucu. Mereka adalah anak-anak hebat yang setiap harinya menginspirasi dan memotivasi saya menjadi guru TK. Menjadi guru TK itu harus multitalenta karena bisa menjadi apa saja. Menjadi baby sister yang selalu mendampingi dan mengurus anak, bisa menjadi penyanyi karena guru TK secara tak langsung bisa menyanyi dengan benar untuk diajarkan ke anak-anak serta pengarang lagu yang unik sehingga anak suka dan sampai di rumah dinyanyikan. Bisa menjadi cleaning service karena siap siaga membersihkan muntahan, ompolan dan pup anak. Bisa juga jadi dokter yang selalu siap bila ada anak mnvalami kecelakaan kecil. Setiap harinya saya selalu berpikir dan membaca literasi mencari cara mengajar mereka agar bisa ceria dan menyenangkan. Dari mereka saya diajarkan kejujuran, kepolosan, kesederhanaan, sabar dan ikhlas. Mereka memang peniru ulung sehingga kita harus menjadi teladan dan menyisipkan pendidikan karakter dan akhlak mulia kepada mereka. 

Terkadang saya menghadapi wali murid yang belum pada PAUD sehingga menuntut anaknya bisa calistung. Namun berkat keaktifan mengikuti seminar parenting dan banyak membaca buku maka srmua pertanyaan wali murid bisa diatasi dengan senyum puas mereka. Saya bangga menjadi guru TK. Guru TK itu keren! ( istilah gaulnya)

Harapan saya sebagai guru TK adalah adanya beasiswa peningkatan kemampuan guru TK agar profesional fan berkembang sesuai jaman berupa studi banding dan pelatihan terutama bagi guru TK di daerah terpencil. Saya ingin penyebaran PAUD ini sampai daerah terpencil sehingga dapat mengurangi decrease pendidikan karakter, kekerasan dan pelecehan anak usia dini sehingga ke depannya Indonesia memiliki generasi bangsa yang berakhlak mulia, berkarakter dan ceria. 

Terima kasih