Kreasi Guru
32bd69e3f8d6b797

Dolado, Pelestarian Kearifan Lokal Wujud Cinta Tanah Air

18 Agustus 2017
252 kali

Saya Sri Rahayu, berlatarbelakangkan pendidikan terakhir Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris alumni dari Institute Agama Islam Negeri Palangkaraya memutuskan mendedikasikan diri sebagai Pendidik di TK Islam terpadu Al Abror yang terletak di sebuah kota kecil bernama Kuala Kapuas di Provinsi Kalimantan Tengah. Taman Kanak - kanak merupakan dunia bagi anak usia dini yang hanya tidak akan pernah dapat terulang kembali. Dunia yang penuh petualangan unik dan menyenangkan yang menginspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi. Saya suka mengemas hal sederhana menjadi suatu hal yang sangat bermakna bagi anak - anak dan berusaha agar yang mereka peroleh dari pembelajaran yang saya terapkan dapat membekas hingga usia senjanya kelak.

Anak Usia Dini belajar melalui pengalaman langsung dari semua hal yang melibatkan panca inderanya dan dari sikap - sikap yang dapat ditirunya dari lingkungannya. Anak usia dini dengan segala keunikannya adalah usia emas di mana anak sangat mudah menyerap informasi dan peka dengan lingkungannya. Segala hal yang terekam pertama kali oleh anak anak tertanam dalam otaknya hingga ia dewasa. Oleh karena itulah pembelajaran anak usia dini menekankan pengembangan sikap dan perilaku serta kemampuan dasarnya untuk menapaki jenjang pendidikan selanjutnya.

Salah satu dari sepuluh prinsip pembelajaran anak usia dini adalah berorientasi pada pengembangan nilai - nilai karakter. Cinta tanah air adalah salah satu dari 18 pendidikan karakter untuk anak usia dini yang mampu berpikir, bertindak, dan berwawasan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri sendiri dan kelompok.  Cinta tanah air dapat ditanamkan kepada anak usia dini dengan hal - hal sederhana seperi uapacara bendera setiap hari senin, melafalkan teks Pancasila, menyanyikan lagu - lagu kebangsaan, dan mengenalkan potensi budaya kearifan lokal yang akan memperkaya khazanah budaya bangsa. Pengenalan kearifan budaya lokal dapat diarahkan pada enam lingkup perkembangan anak usia melaui dongeng, lagu, dan permainan tradisional yang diintegrasikan yang saya beri istilah dengan " DOLADA", yaitu Dongeng, Lagu, dan Dakon sebagai salah satu permainan tradisional.

Dongeng merupakan suatu kegiatan bercerita yang berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral dan karakter dengan nuansa yang menghibur dan menarik dilengkapi dengan alat peraga edukatif menunjang cerita. Lagu merupakan kata - kata yang terbalut dengan nada yang dapat mengajarkan banyak hal. Sedangkan Dakon atau Congklak merupakan alat sebuah permainan tradisional yang dimainkan oleh dua orang. Adapun cara permainannya adalah dengan melakukan pembagian biji - bijian yang sebelumnya disedikan dalam lubang - lubang papan dakon. Lubang - lubang dakon berjumlah 14 lubang kecil di sisi kiri dan kanan papan, dan 2 lubang besar di tengah masing  - masing ujiung 14 lubang kecil. Melalui permainan dakon anak juga dapat melatih nilai - nilai kejujuran dengan tidak berbohong di ketika biji - biji dakon di tangan telah habis.

Kegiatan mendongeng, menyanyikan lagu, dan bermain dakon dilaksanakan pada kegiatan inti yang sebelumnya telah dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian dengan uraian sebagai berikut :

1. Mendongeng karya sendiri berbasis kearifan lokal setempat yaitu ( budaya dayak) pada setting tempat dan nama tokoh yang saya beri judul " Bawi Kumbi dan Sumur Kejujuran"

2. Menyanyikan lagu akulah anak Indonesia dengan nada lagu daerah Manari Manasai

3. Bermain dakon 

NASKAH DONGENG

Bawi Kumbi dan Sumur Kejujuran

Konon katanya pada jaman dahulu kala di sebuah desa pedalaman Kalimantan tengah, hiduplah seorang anak perempuan yang bernama Bawi Kumbi. ia seorang yatim piatu dan ia tinggal di  tingggal bersama neneknyanyang sudah tua renta. Pekerjaannya sehari - haari setelah pelang sekolah adalah mencari kayu bakar untuk dijual . ia tidak mempunyai harta apa pun selain sebilah kapak  yang sudah sangat jelek. Pada suatu hari ia pergi ke hutan. Ia mencari - cari pohon tua yang bisa ditebang untuk kayu bakar. Sampailah ia pada pohon itu dan mulai menebang dahan tua pohon itu tapi sayang nya kapak miliknya  terjatuh ke dalam sumur yang berada di dekat pohon itu.

" Ya ampun, kok kapaknya bisa sampai jatuh. Ceroboh sekali aku. Bagaimana aku bisa mengambilnya ya? " kata bawi Kumbi yang terlihat sangat kebingungan.

Lalu tiba - tiba air sumur bergerak dan keluarlah seorang peri cantik. Bawi Kumbi nampak terheran - heran dengan kejadian itu

“ siapa kamu?, ma’afkan aku, aku tidak sengaja menjatuhkan kapakku ke dalam sumur itu.” kata bawi kumbi

" Hai Bawi Kumbi,  aku adalah seorang peri" kata si peri

" dari mana kau tahu namaku"

“tentulah aku dapat mengenal anak baik seperti kau, yang manakah kapakmu?”sang peri menunjukkan kapak yang terbuat dari emas dan perak.

" bukan kedua - duanya , kapak ku hanya kapak biasa"

" kau anak yang jujur Bawi Kumbi, terima lah kedua kapak ini dan kau bisa menjualnya"

" benarkah, terima kasih peri"

Akhirnya Bwi Kumbi pulang dengan senang hati. Ia menceritakan hal ini kepada neneknya. Ia lalu menjual kedua kapak tersebut dan ia menjadi orang kaya raya yang dermawan.

Pesan nilai - nilai kejujuran yang dpat dipelajari dari dongeng ini merupakan tonggak awal kecintaan terhadap tanah air agar tidak mudah terpengaruh dengan budaya asing yang datang ke Indonesia.

" Aku Anak Indonesia"

Aku  anak Indonesia, Merah putih benderaku

Aku anak Indonesia, Garuda Lambang Negaraku

Aku anak Indonesia, Pancasila dasar Negaraku

Aku anak Indonesia, Indonesia Raya laguku

Aku anak Indonesia, cinta tanah air itu lah aku 2X

Melalui kegiatan ini diharapkan pesan moral dan karakter cinta tanah air akan sangat membekas dalam diri anak dan dapat menjadi dasar Nasionalisme dan Patriotisme dalam diri mereka. Anak akan mengenal kearifan budaya dan dapat melestarikannya karena kearifan lokal merupakan tonggak pelestarian budaya Indonesia. Mereka akan mencintai kearifan lokal sebagai wujud rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Rasa ini timbul dari dalam hati, panggilan untuk mengabdi, memelihara, dan melindungi Tanah Air dari ancaman budaya asing kelak di masa depan mereka karena mereka sudah mempunyai bekal sejak dini.

Mereka akan bangga menjadi bangsa dengan keanekaragaman budaya. Melestarikan kearifan lokal yang merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari budaya Nasional dan Karakter bangsa.

Semoga suatu saat mereka akan turut serta mengharumkan Indonesia di Kancah Internasional.

Aku cinta Indonesia.

Aku bangga menjadi guru yang mendidik generasi penerus bangsa Indonesia.